lpmp banten KETRAMPILAN PROSES SAINS DAN BERPIKIR ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN IPA – LPMP Banten

KETRAMPILAN PROSES SAINS DAN BERPIKIR ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN IPA

keterangan status nuptk
November 22, 2018

KETRAMPILAN PROSES SAINS DAN BERPIKIR ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN IPA

Oleh : Agustiana Ramdani, S.Si, M.Pd

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sains sebagai suatu ilmu tidak hanya merupakan kumpulan fakta-fakta, konsep-konsep, dan ide-ide yang bermanfaat tentang alam, atau investigasi yang sistematik dari alam, walaupun keduanya merupakan definisi dari sains. Sains merupakan suatu metode investigasi alam, jalan untuk mengetahui alam, dan penemuan sains itu dapat dipercaya. Dengan kata lain sains merupakan metode untuk menemukan pengetahuan yang dapat dipercaya.
Semua ilmuwan atau saintis mempraktekan berpikir ilmiah, karena mereka secara aktif mempelajari alam dan menginvestigasi alam semesta dengan menggunakan metode ilmiah. Tetapi berpikir ilmiah tidak hanya untuk para ilmuwan. Siapapun dapat berpikir seperti seorang ilmuwan bila orang tersebut mempelajari metode ilmiah dan yang paling penting disini adalah apakah dia sedang menginvestigasi alam atau tidak.
Guru IPA sebagai tenaga profesional salah satunya harus kompeten dalam memahami proses berpikir sains dalam mempelajari proses dan gejala alam. Oleh karena itu guru IPA tersebut tentunya harus mampu mempraktekan diri seperti seorang ilmuwan yang dapat memahami dan mempraktekan metode ilmiah. Metode ilmiah sebagai sebuah metode penelitian untuk memecahkan masalah dilakukan dengan cara identifikasi masalah, data yang sesuai dikumpulkan, memformulasikan hipotesis, dan hipotesis diuji secara empiris (Webster’s Dictionary, 1989).
Peran metode ilmiah dalam pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013 sangat jelas. Ditinjau dari sisi standar isi, diuraikannya kompetensi ini menjadi kompetensi inti sikap, pengetahuan, dan keterampilan menjadi penegasan bahwa proses belajar mengajar IPA adalah proses yang mengedepankan penggunaan keterampilan dan berpikir ilmiah untuk membentuk siswa yang kompeten. Standar proses menegaskan lebih teknis dengan pembelajaran kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik tidak lain adalah pengejawantahan metode ilmiah dalam setiap tahap pembelajaran.
B. Ruang Lingkup
Proses belajar mengajar adalah proses aktif. Khusus dalam pembelajaran sains, makna belajar aktif akan berkaitan dengan kegiatan yang mengaktifkan siswa dalam bentuk keterampilan proses dan berpikir ilmiah. Berdasarkan hal tersebut, pada karya tulis ini akan di bahas tentang :
1. Komponen-komponen keterampilan proses ilmiah beserta tingkatannya
2. Keterampilan berpikir ilmiah yang terdiri dari berpikir kreatif dan kritis
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah :
1. Mendeskripsikan keterampilan proses ilmiah beserta tingkat pengembangannya.
2. Mendeskripsikan keterampilan berpikir ilmiah beserta indikator-indikatornya
II. KETERAMPILAN PROSES DAN BERPIKIR ILMIAH
A. Komponen Keterampilan Proses Sains
Langkah-langkah metode ilmiah jika kita cermati menggambarkan suatu keterampilan-keterampilan ilmiah. Keterampilan-keterampilan tersebut kemudian disebut keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains merupakan seperangkat kemampuan yang dapat diterapkan kedalam berbagai disiplin ilmu yang bersesuaian dan mencerminkan perilaku dari seorang ilmuwan (Padilla, 1990 dikutip dari Hamilton dan Swortzel, 2007).
Pada prakteknya keterampilan proses terbagi kedalam dua kelompok, yaitu keterampilan proses dasar dan integrated process skill.
1. Keterampilan proses dasar terdiri dari :
a. Observasi, yaitu suatu aktifitas untuk memahami keadaan sekitar dengan menggunakan panca indera sehingga didapat suatu informasi yang faktual.
b. Inferring, merupakan kesimpulan yang didapat dari hasil observasi.
c. Mengukur, merupakan kegiatan sistematik untuk menentukan angka pada objek atau gejala dengan menggunakan alat ukur yang sesuai.
d. Komunikasi, adalah menyampaikan proses interaksi yang terjadi secara verbal atau non verbal dengan menggunakan berbagai cara dan media.
e. Klasifikasi, adalah mengelompokkan sesuatu berdasarkan kategori tertentu.
f. Prediksi, merupakan kemampuan untuk memperkirakan kejadian atau fenomena yang akan terjadi.
2. Sedangkan integrated process skill terdiri dari :
a. Keterampilan untuk mengontrol variabel, termasuk di dalamnya memahami variabel beabas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
b. Membuat definisi operasional, merupakan keterampilan untuk menjelaskan secara operasional mengenai suatu kata atau kalimat supaya tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan makna kata atau kalimat itu dan sesuai dengan konteks penulisan kata dan kalimat itu.
c. Formulasi hipotesis. Dilandasi oleh landasan teori yang memadai, kita mengemukakan suatu pernyataan tentang hubungan yang diduga antara variabel-variabel.
d. Interpretasi data, merupakan keterampilkan untuk menterjemahkan atau mendeskripsikan data-data baik yang berupa data kualitatif atau data kuantitatif sehingga menjadi suatu simpulan.

Artikel Selengkapnya

Comments are closed.