lpmp banten ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM / MODEL PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN BANK SOAL BERBASIS ICT BAGI GURU SD DAN SMP DI BANTEN – LPMP Banten

ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM / MODEL PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN BANK SOAL BERBASIS ICT BAGI GURU SD DAN SMP DI BANTEN

ANALISIS DAYA SERAP UJIAN NASIONAL KABUPATEN PANDEGLANG 2017/2018 DAN PEMANFAATANNYA UNTUK PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
September 21, 2018
Tangsel Raih Predikat Sekolah Ramah Anak
November 7, 2018

ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM / MODEL PEMBELAJARAN
PENGEMBANGAN BANK SOAL BERBASIS ICT
BAGI GURU SD DAN SMP DI BANTEN

Oleh : Agustiana Ramdani, S. Si. M.Pd

A. Latar Belakang
Penilaian adalah salah satu bagian penting dari proses pembelajaran karena dapat membantu untuk mengindentifikasi strategi dan aktivitas paling efektif yang akan meningkatkan belajar siswa. Hal ini menjadi penguat dari praktik pemanfaatan penilaian yang selama ini dilakukan di sekolah yang hanya untuk memberikan bagaimana hasil belajar siswa telah dicapai. Dengan kata lain penilaian mempunyai beragam fungsi, yaitu penilaian sebagai belajar, untuk belajar, dan penilaian hasil belajar. Penilaianan pendidikan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2007 mengatur mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Pada peraturan tersebut untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah penilaian terdiri dari penilaian oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Pengaturan proses penilaian tersebut sejatinya untuk memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan proses pembelajaran.

Penilaian yang baik adalah penilaian yang telah dirancang dan direncanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa berdasarkan kurikulum yang berlaku. Dalam proses pelaksanaannya di sekolah, seorang guru diharapkan tidak hanya sebatas merencanakan proses pembelajarannya saja, tetapi ia juga harus mampu merencanakan penilaiannya yang berkesinambungan dengan hasil yang diinginkan dari proses pembelajaran yang telah direncanakannya. Penilaian hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru tentunya harus dapat mencakup aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dilakukan secara simultan dan berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap siswa berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan kurikulum yang berlaku. Dengan penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan tentunya akan dapat memantau proses dan kemajuan siswa pada lingkup materi dan proses belajar mereka.
Sebelum melakukan proses penilaian terhadap siswa, guru terlebih dahulu harus melakukan proses pengukuran kepada siswa dengan menggunakan alat ukur yang disebut dengan tes. Pengukuran adalah proses membandingkan sesuatu yang diukur dengan ukuran tertentu (bersifat kuantitatif) dan setelah itu dilakukan penilaian sebagai proses pengambilan keputusan terhadap hasil yang diukur dengan kriteria ukuran tertentu yang berlaku. Implikasi dari besarnya fungsi penilaian adalah perlunya digunakan instrumen penilaian yang valid dan reliable atau dengan kata lain terkalibrasi. Penilaian hanya dapat dilakukan dengan tepat jika didahului dengan pengukuran yang tepat. Pengukuran itu sendiri tidak akan memberikan makna yang berarti jika tidak dikaitkan dengan kriterian penilaian yang tepat pula.
Pengukuran yang baik tentunya harus dilengkapi dengan instrument pengukuran berupa tes yang baik pula. Menurut Cronbach (1970), tes merupakan suatu prosedur sistematis untuk mengamati dan menggambarkan satu atau lebih karakteristik seseorang dengan suatu skala numerik atau sistem kategorik. Tes hasil belajar berupa soal-soal ulangan adalah salah satu instrument pengukuran yang biasa dilakukan oleh para guru di sekolah. Sudjana (1989) mengemukakan bahwa tes hasil belajar merupakan alat ukur yang digunakan kepada individu untuk mendapatkan gambaran-gambaran yang diharapkan, baik secara tertulis maupun secara lisan atau perbuatan. Penggunaan tes hasil belajar sebagai instrument, dimaksudkan untuk mengetahui daya serap atau kemampuan tertentu sebagai hasil dari proses belajar mengajar yang telah diberikan kepada siswa. Instrument tes hasil belajar dapat berbentuk pilihan ganda, jawaban singkat atau dapat pula berbentuk essai uraian.
Agar dapat membuat tes hasil belajar atau soal soal yang baik, guru harus dapat merancang soal tes dengan berdasarkan indikator-indikator pembelajaran yang telah ditentukan sebelum guru melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Saat ini rasanya dipandang perlu adanya peningkatan kualitas guru dalam membuat tes hasil belajar berupa soal yang bermutu di sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu lulusan yang baik. Berkenaan dengan hal tersebut, penting kiranya adanya upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah dalan hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk merevitalisasi kembali peranan penilaian bagi para guru dalam rangka menciptakan siswa yang kompeten di era globalisasi ini.
B. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan analisis kebutuhan sistem/model pembelajaran pengembangan bank soal berbasis ICT bagi guru SD dan SMP di Banten adalah :
1. Memberikan gambaran tentang pentingnya peranan penilaian hasil belajar siswa di sekolah.
2. Memberikan gambaran tentang manfaat keberadaan bank soal berbasis ICT bagi guru dalam rangka melaksanakan proses penilaian yang baik di sekolah.
3. Memberikan gambaran tentang berbagai permasalahan dalam proses penilaian hasil belajaran siswa yang dialami guru selama ini.
4. Memberikan gambaran serta rancangan tentang kebutuhan sistem/model pembelajaran untuk mengembangkan bank soal berbasis ICT bagi guru SD dan SMP secara berkelanjutan
C. Pengembangan Bank Soal Berbasis ICT
Salah satu tugas utama seorang guru selain merancang pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran yang telah dirancangnya adalah memiliki kewajiban untuk melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa yang telah dilaksanakannya. Agar penilaian yang dilakukan guru dapat mengetahui kemampuan siswa yang sebenarnya maka diperlukan perangkat tes atau soal yang baik. Perangkat tes atau soal yang baik, dapat dilihat dari tiga aspek. Aspek pertama yang perlu dilihat adalah apakah isi tes sudah sesuai dengan materi yang hendak dicapai berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kedua, tes harus dapat digunakan untuk mengukur beberapa kali dengan hasil relatif sama atau memiliki nilai keajegan (reliable). Ketiga, tes tentunya harus memiliki konstruk yang baik minimal dari segi konstruk kebahasaaan yang dapat dipahami dengan mudah.
Perangkat tes yang baik tersusun atas butir-butir soal yang terkalibrasi berdasarkan tiga aspek diatas. Kumpulan dari banyak butir soal tersebut kemudian disebut dengan bank soal (Wright and Bell, 1984: 331). Bagi para guru, bank soal selalu didefinisikan sebagai kumpulan dari butir-butir tes yang telah mereka buat berdasarkan materi yang diajarkan kepada siswa. Menurut Thorndike (1982) bank soal mengacu pada proses pengumpulan soal-soal, pemantauan dan penyimpanannya untuk merakit soal-soal. Sementara itu Millman dalam J.Umar (1999) menyatakan bahwa bank soal sebagai kumpulan yang relatif besar, yang mempermudah dalam memperoleh pertanyaan-pertanyaan penyusun tes. Pengertian mudah disini adalah soal-soal tersebut diberi indeks, terstruktur, dan diberi keterangan sehingga mudah dalam menyusun suatu perangkat tes berdasarkan tujuan yang diingikannya. Beberapa keuntungan yang didapat oleh guru bila mengembangkan bank soal adalah sebagai berikut :

1. Biaya dan waktu yang diperlukan pada kegiatan konstruksi tes dapat direduksi
2. Semakin banyak jumlah butir soal yang tersedia di bank soal, maka semakin banyak pilihan guru dalam menentukan soal yang tepat
3. Kualitas tes terhadap siswa dapat ditingkatkan dengan adanya soal-soal dalam bank soal yang telah diketahui karakteristiknya
4. Guru dapat dengan mudah mendesain perangkat tes yang akan digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran
5. Guru dapat lebih memfokuskan kearah peningkatan pembelajaran tanpa harus membuang waktu dalam menyusun perangkat tes.
Guru harus dapat menyusun bank soal secara sistematis agar memudahkan penggunaan kembali dan pemanfaatan soalnya. Agar bank soal yang dibuat oleh guru terlihat kebermanfaatannya, maka setiap butir soal yang terdapat dalam bank soal merupakan butir soal yang terkalibrasi (teruji). Setiap butir soal dilengkapi berbagai informasi berguna seperti informasi tingkat kelas, jenis atau type soal, standar kompetensi dan kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran, serta tingkat kesukaran butir soalnya. Dan selanjutnya, semua butir soal pada bank soal disusun secara sistematis sehingga antara butir soal yang satu dengan yang lainnya memiliki hubungan berdasarkan komponen spesifikasi yang sama. Oleh karena itu, butir-butir soal yang akan disimpan di dalam bank soal harus diproses melalui prosedur pengembangan bank soal. Prosedur pengembangan butir soal yang digunakan di dalam pengembangan bank soal adalah sebagai berikut :
1. Penyusunan kisi-kisi,
Guru harus mampu menyusun indikator pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum yang berlaku serta mampu menyusun indikator soal sebelum membuat butir soal.
2. Penulisan butir soal,
Dalam membuat penulisan butir soal tentunya harus memperhatikan lingkup dan cakupan materi berdasarkan indikator yang telah dibuat sebelumnya serta harus memperhatikan juga mudah sulitnya soal berdasarkan kebutuhan indikator pembelajaran yang diharapkan.
3. Revisi/kalibrasi butir soal,
5
Soal yang telah dibuat kemudian dilakukan proses uji coba soal untuk dianalisis dari aspek isi soal apakah sudah sesuai dengan indikator yang hendak dicapai berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, apakah soal telah memiliki nilai keajegan (reliable), serta apakah soal telah tersusun dengan konstruk yang baik minimal dari segi konstruk kebahasaan yang dapat dipahami dengan mudah.
4. Menyeleksi butir untuk bank soal yang terkalibrasi.
Sebagai tahap akhir pengembangan bank soal, berdasarkan hasil revisi/kalibrasi yang telah dilakukan, guru dapat menyimpan soal-soal berdasarkan mata pelajaran, kompetensi dasar dan standar kompetensi, tingkat kesukaran, dan tingkat kognitif.

 

Artikel Selengkapnya

Comments are closed.