lpmp banten ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM/MODEL PEMBELAJARAN PENGELOLAAN DASAR PERPUSTAKAAN SEKOLAH BAGI PARA PETUGAS PERPUSTAKAAN SD DAN SMP DI BANTEN – LPMP Banten

ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM/MODEL PEMBELAJARAN PENGELOLAAN DASAR PERPUSTAKAAN SEKOLAH BAGI PARA PETUGAS PERPUSTAKAAN SD DAN SMP DI BANTEN

100 Guru Indonesia Didistribusikan ke Malaysia
November 19, 2018
Pengumuman cut off pengajuan NUPTK
November 22, 2018

ANALISIS KEBUTUHAN
SISTEM/MODEL PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN DASAR PERPUSTAKAAN SEKOLAH
BAGI PARA PETUGAS PERPUSTAKAAN SD DAN SMP DI BANTEN

Oleh : Ali Winata, M.Pd

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah investasi yang tak terbatas oleh waktu dan merupakan modal utama dalam pembangunan bangsa. Pembangunan suatu bangsa dapat berjalan dan berhasil dengan baik apabila dilakukan oleh manusia yang berkualitas. Kesadaran pemerintah akan pentingnya pendidikan semakin tinggi dengan disediakannya anggaran belanja negara untuk pendidikan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tekat pemerintah dalam melaksanakan pembangunan negara harus disertai dengan pembangunan manusia yang kualitas. Hal itu merupakan landasan yang berarti untuk menciptakan mutu pendidikan di negara ini dengan jelas. Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen serta Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan memiliki fungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk menghasilkan pendidikan yang bermutu tentunya harus ditopang oleh kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, proses belajar mengajar, dan fasilitas yang mendukungnya. Keberhasilan menciptakan keluaran siswa yang berkualitas dari suatu lembaga pendidikan merupakan keharusan bagi penyelenggara sekolah di negara ini. Dalam proses pembelajaran selain tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki peranan penting untuk keberhasilan belajar siswa, sumber belajar yang lain juga memiliki peranan penting sebagai penunjang dalam keberhasilan proses pembelajaran. Dalam proses peningkatan hasil belajar siswa, disamping diberikan proses pembelajaran yang menggairahkan aktivitas siswa di kelas, tentu juga dituntut adanya penyediaan sumber belajar sebagai penunjangnya di lingkungan sekolah.
Perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar bagi siswa yang memegang peranan penting dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Sebagai sumber belajar, perpustakaan merupakan pusat informasi pengetahuan yang terdekat dan tercepat yang dapat diakses oleh para siswa. Keberadaan perpustakaan di sekolah memberikan
dukungan yang berarti dalam menciptakan kultur sekolah yang kondusif untuk belajar. Siswa dapat bereksplorasi mencari informasi pengetahuan yang dirasakan kurang dalam proses pembelajaran di kelas. Selain itu, perpustakaan dapat dijadikan sarana yang efektif dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuka pikirannya, mengembangkan semua bakat dan membiasakan diri memperkaya pengetahuan dengan usahanya sendiri. Tentu saja hal tersebut memerlukan suatu proses pembelajaran yang berdasarkan integrasi dan koordinasi antara semua komponen yang ada di sekolah.
Di era globalisasi saat ini rasanya dipandang perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan dan pengelolaan perpustakaan di sekolah yang dapat mengemban fungsi edukatif, fungsi informatif, fungsi rekreatif,dan fungsi riset sehingga pada akhirnya perpustakaan dapat berperan sebagai “Center of Learning”. Berkenaan dengan hal tersebut, penting kiranya adanya upaya yang berusaha dilakukan oleh pemerintah dalan hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk merevitalisasi kembali peranan perpustakaan di sekolah dalam rangka menciptakan siswa kita untuk melek informasi di era globalisasi. Dengan memahami informasi secara benar, dan mengaplikasikan sesuai dengan kemampuan, maka diharapkan melalui generasi muda kita yang dimulai dari siswa di sekolah nantinya dapat menciptakan bangsa dan negara ini akan menjadi lebih makmur dan berkeadilan dan yang lebih penting, masyarakat dapat memilih dan mencerna dengan bijak segala informasi baik yang bernilai membangun atau merusak.
B. PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Pertama kali yang kita lihat apabila memasuki sebuah perpustakaan adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang tersusun secara rapih di rak buku. Buku tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan. Anggapan bagi orang awam tentunya menyatakan perpustakaan adalah hanya sebatas tempat untuk menyimpan dan membaca buku. Bila kita merujuk kepada kamus “ The Oxford English Dictionary”, perpustakaan yang dalam bahasa inggris berarti “library” merupakan suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan. memasuki abad ke-19 pengertian perpustakaan berkembang menjadi suatu gedung atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik dan dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu. Pada tahun 1970, The American Library Association memaknai perpustakaan tidak hanya sebatas gedung atau ruangan yang mengkoleksi buku tetapi memberikan makna yang lebih luas yaitu menjadi sebagai pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan. Dalam pengertian perpustakaan yang telah dijabarkan diatas tersirat fungsi perpustakaan pada umumnya, yaitu sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan.
Berdasarkan sifat dan golongan perpustakaan secara umum terbagi dalam sebuah bentuk perpustakaan khusus dan perpustakaan umum. Dimana dari kedua perpustakaan tersebutlah berkembang istilah lain yang disesuaikan dengan cara pengelolaan, pengguna, tujuan, teknologi yang digunakan, pengetahuan yang dikemas, serta tujuan perpustakaan didirikan. Perpustakaan khusus biasanya juga mempunyai karakteristik khusus apabila dilihat dari fungsi, subyek yang ditangani, koleksi yang dikelola, pemakai yang dilayani, dan kedudukannya. Sehingga dari hal tersebut nantinya akan terlihat dengan jelas perbedaannya dengan perpustakaan-perpustakaan pada umumnya.

Perbedaan Perpustakaan

Perpustakaan sekolah merupakan bagian dari perpustakaan khusus. Layanan perpustakaan sekolah harus dapat memberikan nilai lebih kepada pengguna yaitu warga sekolah terutama para siswa. Untuk itu pengelola perpustakaan sekolah perlu selalu memberikan alternatif-alternatif dalam penyampaian informasi kepada siswanya. Aspek layanan menjadi penting untuk diperhatikan dikarenakan tuntutan kebutuhan penyajian informasi yang cepat, tepat dan terbaru selalu ada. Jenis layanan perpustakaan sekolah dapat bersifat terbuka maupun tertutup, tergantung pada kebijakan sekolah, pengelola dan tipe penggunanya. Namun kebanyakan perpustakaan sekolah menerapkan sistem terbuka dengan akses terbatas. Hal ini untuk lebih memberikan peluang kepada penggunaan yang lebih luas namun tetap terkontrol. Terbuka artinya siapapun dapat memanfaatkan koleksi yang ada baik warga sekolah maupun warga di luar sekolah, sedangkan akses terbatas adalah pengaturan terhadap proses pemanfaatan koleksi seperti fasilitas pinjam, fasilitas baca, fotokopi, dan sebagainya lebih menitik beratkan kepada warga sekolah saja.
Perpustakaan Sekolah menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, mempunyai fungsi sebagai :
a. Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah
b. Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.
c. Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)
Dalam sebuah lembaga pendidikan, keberadaan perpustakaan sekolah harus memberikan peranan yang lebih dalam mendukung proses pembelajaran yang terjadi di sekolah. Untuk itu perlu adanya sinergi yang kuat antara kebijakan dalam kelembagaan sekolah dengan pengelola perpustakaan sekolah terutama untuk memberikan daya dukung dalam mencapai tujuan dan misi sekolah. Oleh karenanya, peran kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan serta peran pengelola perpustakaan sebagai roda penggerak perpustakaan serta peran seluruh warga sekolah terutama para siswa sebagai pengguna tidak bisa saling dipisahkan.
Artikel Selengkapnya

Comments are closed.